Belakangan ini saya mulai membiasakan lagi untuk membaca buku. Minggu ini saya membuka lagi buku yang sudah saya baca sebelumnya tapi belum sampai selesai, yaitu buku Man’s Search for Meaning karya Viktor Frankl.

Sebetulnya buku ini sudah sempat saya baca beberapa waktu lalu, tapi seperti biasa, kadang semangat membaca itu datang dan pergi, wkwk. Akhirnya buku ini sempat berhenti di tengah jalan dan baru sekarang saya coba lanjutkan lagi pelan-pelan.

Dari beberapa bagian yang saya baca, ada satu kutipan yang cukup menarik perhatian saya.

“Happiness cannot be pursued; it must ensue.”

Kurang lebih, kebahagiaan itu tidak bisa dikejar secara langsung. Ia muncul sebagai akibat dari sesuatu yang kita jalani.

Saya cukup tertarik dengan kutipan itu, karena rasanya cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kadang kita terlalu fokus ingin bahagia, tapi justru bingung sendiri bahagia itu harus dicari ke mana. Seolah-olah bahagia adalah tujuan yang harus dikejar, padahal mungkin cara kerjanya tidak begitu.

Mungkin kebahagiaan justru muncul ketika kita sedang menjalani sesuatu yang terasa bermakna. Bisa dari pekerjaan yang kita kerjakan dengan baik, hubungan yang kita rawat, tanggung jawab yang kita selesaikan, atau hal-hal kecil yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh.

Saya jadi kepikiran, mungkin pertanyaannya bukan lagi “gimana caranya biar bahagia?”, tapi “apa yang bisa saya jalani dengan baik hari ini?”

Karena kalau yang dijalani punya makna, mungkin bahagianya akan ikut datang pelan-pelan.

Ini juga membuat saya melihat lagi beberapa hal kecil yang belakangan sedang saya coba lakukan. Mulai dari membiasakan membaca buku, olahraga, mencari hobi baru, sampai belajar menikmati waktu luang setelah pekerjaan selesai. Hal-hal itu mungkin terlihat sederhana, tapi bisa jadi dari sanalah rasa cukup dan bahagia muncul.

Bukan karena semuanya langsung terasa menyenangkan, tapi karena ada sesuatu yang dijalani. Ada hal yang diusahakan. Ada perhatian kecil yang diberikan ke hidup sendiri.

Entahlah, saya juga masih membaca dan mencoba memahami. Tapi untuk sekarang, kutipan itu cukup menempel di kepala saya.

Mungkin benar, kebahagiaan bukan sesuatu yang harus terus dikejar sampai capek. Kadang ia datang sendiri ketika kita sedang menjalani sesuatu yang memang layak untuk dijalani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *