Dua hari ini saya diminta Pak Bos untuk bekerja di kabin, yaitu Kamis kemarin, tanggal 1 Oktober, dan Jumat hari ini, tanggal 2 Oktober. Biasanya saya ke kabin pada hari Jumat saja. Tapi minggu ini ada agenda pembuatan kolam penampungan air dan kolam ikan, jadi saya diminta datang ke Zeze Zahra Excellent Farm untuk berkoordinasi dengan tim terkait pelaksanaannya.
Buat saya, ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mencoba rutinitas sebelum nantinya bekerja penuh di Batujaya. Seperti yang saya ceritakan di tulisan sebelumnya, ada rencana pemindahan tempat kerja ke Karawang. Rencananya, akhir bulan ini saya sudah resmi berpindah lokasi kerja.
Ada satu hal yang cukup saya rasakan ketika bekerja di kabin. Waktu rasanya cepat sekali berlalu.
Kalau di markas Bekasi, saya cukup sering melihat jam. Kadang mengecek apakah sudah mendekati waktu istirahat, kadang melihat masih berapa lama lagi sampai waktu pulang. Tapi ketika di kabin, sering kali saya baru melihat jam setelah mengerjakan sesuatu, lalu kaget sendiri karena ternyata sudah siang atau sudah mau sore.
Contohnya hari ini.
Pagi tadi saya punya agenda ke Kebun Balong untuk melihat pengerjaan kolam penampungan air dan berkoordinasi dengan tim di sana. Lokasinya sekitar sepuluh menit perjalanan dari rumah kabin.
Tapi sebelum berangkat ke Balong, ada sedikit cerita waktu kami sampai di kabin. Gerbangnya ternyata masih dikunci karena tidak ada yang berjaga di depan. Bang Indra yang biasanya berada di area kebun sedang libur, sementara Bang Arji bekerja di area kandang yang letaknya di belakang. Jadi beliau tidak tahu kalau ada yang datang.
Untungnya, Bang Rony, sekuriti yang biasa berjaga malam di Zeze Zahra, kebetulan lewat. Kami lalu meminta tolong untuk memanggilkan Bang Arji. Jadi pagi tadi kami agak terlambat masuk ke area kabin, hehe.
Setelah itu, sekitar pukul 08.15, seingat saya, barulah saya berangkat ke Balong.
Sesampainya di sana, saya ngobrol dengan Bang Aep, Bang Agus, dan Pak Eko yang membantu pengerjaan proyek penampungan air. Kami membicarakan pekerjaan yang sedang berjalan. Sesekali saya juga berkeliling melihat area kebun. Di sana ada beberapa tanaman yang ditanam oleh tim Zeze Zahra, di antaranya jagung, pisang, mangga, dan kacang hijau.

Rasanya belum terlalu lama ngobrol dan berkeliling. Tapi ketika saya mengecek jam, ternyata sudah pukul sepuluh saja.
Akhirnya saya memutuskan kembali ke kabin untuk mengerjakan pekerjaan lain sambil tetap berkoordinasi dengan tim.
Selain ke Balong, saya juga kadang berkeliling di sekitar kabin untuk melihat keadaan kebun dan kandang. Sesekali saya mengambil gambar untuk kebutuhan konten media sosial atau sebagai bahan informasi untuk Pak Bos.
Biasanya saya berkeliling sekitar pukul tiga sore karena matahari sudah tidak terlalu panas. Nah, kegiatan seperti ini juga sering membuat saya lupa waktu. Rasanya baru sebentar melihat-lihat, baru sampai area kandang, ternyata sudah mendekati jam pulang.
Padahal kalau di kantor Bekasi, waktu dari pukul 15.00 sampai jam pulang pukul 16.30 itu kadang terasa lama sekali, wkwk.
Mungkin karena energi saya sudah mulai berkurang menjelang sore. Mungkin juga karena di kantor saya lebih banyak berada di tempat yang sama, sementara di sini ada kegiatan berkeliling dan banyak hal yang bisa dilihat langsung. Saya sendiri belum tahu pasti. Yang jelas, suasananya terasa berbeda buat saya.
Lucunya, kalau dilihat dari waktu perjalanan, bekerja di kabin justru membuat saya harus berangkat lebih awal.
Di Bekasi, perjalanan dari kos ke kantor hanya sekitar sepuluh menit. Sementara dari rumah ke kabin perlu sekitar tiga puluh menit, tergantung kondisi jalan dan kendaraan yang ditemui selama perjalanan.
Kalau kebetulan bertemu angkot atau mobil besar, ya sudah, harus lebih sabar lagi di jalan, wkwk.
Tapi sejauh ini saya tetap betah. Mungkin karena ada saja yang menarik perhatian waktu di sana. Ngobrol dengan tim, melihat tanaman, atau sekadar keliling sebentar, tahu-tahu waktunya sudah lewat saja, hehe.
Dua hari ini jadi gambaran kecil tentang rutinitas yang nanti akan saya jalani. Sepertinya yang perlu mulai dibiasakan adalah berangkat lebih pagi. Kalau soal betah bekerja di kabin, sejauh ini sih tidak perlu banyak penyesuaian.


