Hari ini saya, Mas Bagus, dan Mas Rafi dipanggil oleh tim HC untuk berkumpul bersama tim manajer dan Pak Bos. Rakha juga diajak dalam pembahasan ini, tetapi diwakili oleh bapaknya, Bang Gun.
Tenang, kami dipanggil bukan karena membuat kesalahan kok, wkwk. Kami diajak berdiskusi tentang rencana pemindahan tempat kerja. Buat saya, pembicaraan hari ini sekaligus membawa kabar bahwa sebentar lagi saya akan kembali dekat rumah.
Sebagai informasi, Excellent dan Aktiva saat ini sedang membangun kantor baru di Karawang. Lokasinya bersebelahan dengan Rumah Edukasi Dewi Lia Astuti dan rumah kabin Zeze Zahra Excellent Farm.
Satu per satu dari kami ditanya tentang kesiapan kalau nantinya dipindahkan ke kantor baru tersebut.
Sejujurnya, buat saya bekerja di Karawang sudah bukan hal baru. Karena cukup sering ke sana, rasanya sudah sama seperti bekerja di kantor markas Bekasi. Saya juga sudah cukup akrab dengan tim di Karawang yang sehari-hari mengurus sawah, kebun, dan area lainnya di Zeze Zahra Excellent Farm.
Jadi ketika ditanya siap atau tidak, ya saya siap-siap saja. Justru lokasinya lebih dekat dari rumah, jadi saya tidak perlu kos lagi, hehe.
Untuk rekan-rekan dari luar Karawang yang nantinya ditempatkan di sana, Excellent akan menyediakan rumah untuk ditempati bersama sebagai pengganti kos mereka di Bekasi. Bagian ini cukup membuat saya kagum. Selain tempat tinggal, akses untuk mencari makan siang dan kebutuhan sehari-hari lainnya juga ikut dipikirkan.
Dari pembicaraan tadi, saya merasa persiapannya sudah cukup matang. Ada perhatian terhadap bagaimana kami akan tinggal dan menjalani kegiatan sehari-hari di tempat yang baru.
Tapi yang paling membuat saya kepikiran setelah diskusi itu justru ibu. Kalau mengingat keinginan beliau dari dulu, rencana perpindahan ini rasanya cukup menarik untuk diceritakan.
Ibu hampir tidak pernah mengizinkan saya untuk jauh dari rumah.
Waktu memilih kampus, misalnya, saya sempat mengajukan keinginan untuk kuliah di Jogja. Awalnya sih boleh. Tapi ketika sudah mau finalisasi pilihan kampus, tiba-tiba saya diminta kuliah di Karawang saja dulu. Ya sudahlah, mau gimana lagi.
Akhirnya saya mengikuti saran ibu. Saya punya beberapa pengalaman ketika memaksakan pilihan tanpa persetujuan beliau, hasilnya justru tidak berjalan sesuai keinginan. Karena sudah terjadi beberapa kali, buat saya itu cukup membekas dan tidak terasa seperti kebetulan saja.
Salah satu yang paling saya ingat adalah ketika memilih sekolah setelah lulus SD.
Ibu ingin saya masuk MTs, sementara saya ingin masuk SMP negeri karena beberapa pertimbangan. Waktu itu ibu memang tidak memaksa saya masuk MTs, tapi beliau juga tidak mengizinkan saya masuk SMP yang saya inginkan.
Saya tetap memaksakan diri untuk mendaftar tanpa sepengetahuan ibu. Hasilnya, saya tidak diterima. Justru ketika mendaftar ke MTs, prosesnya lebih mudah dan saya diterima di sana, wkwk.
Begitu juga ketika mulai mencari tempat magang. Waktu saya menyampaikan rencana itu, ibu langsung bilang kalau bisa cari yang di Karawang saja, jangan jauh-jauh.
Ya sudah, saya coba ikuti dulu. Tapi saya tetap membuka peluang di luar Karawang karena memang sedang membutuhkan kesempatan, sementara pilihan yang saya temukan di Karawang cukup terbatas.
Singkat cerita, saya mendapat kesempatan bekerja di Aktiva. Sejak awal saya sudah meminta izin kepada ibu. Kali ini ternyata tidak dilarang. Mungkin karena saya juga sudah lebih besar, wkwk.
Nah, yang menarik, waktu pertama melamar ke Aktiva, saya sama sekali tidak tahu kalau nantinya akan ada kantor baru di Karawang. Di lowongannya pun tidak ada informasi tentang penempatan di sana. Jadi keputusan saya untuk melamar memang bukan karena tahu nantinya bisa bekerja dekat rumah. Waktu itu saya sudah membayangkan akan bekerja dan tinggal di Bekasi.
Itu juga yang akhirnya saya jalani selama hampir setahun ini. Saya tinggal di kos dan biasanya pulang setiap Sabtu dan Minggu. Jadi meskipun jauh dari rumah, sebenarnya tetap rutin pulang juga, hehe.
Sekarang, lewat rencana pemindahan kantor ini, ada kesempatan untuk tinggal di rumah lagi mulai bulan depan. Saya tetap bisa melanjutkan pekerjaan di Aktiva tanpa perlu mencari tempat kerja baru di Karawang.
Kalau diingat-ingat, lucu juga. Dulu beberapa kali ingin pergi agak jauh, ibu selalu meminta saya tetap dekat rumah. Ketika akhirnya diizinkan bekerja di luar Karawang, ternyata tempat kerjanya justru membangun kantor baru di sana, wkwk.
Saya tidak tahu ini kebetulan saja atau ibu memang selalu mendoakan supaya saya bisa tetap dekat rumah. Kalau memang begitu, ternyata jalannya datang lewat sesuatu yang tidak saya rencanakan sendiri.
Alhamdulillah, saya senang dan bersyukur. Waktu pertama melamar dulu, mendapat kesempatan bekerja saja sudah menjadi hal baik buat saya. Sekarang ada kabar bahwa pekerjaan yang sama juga memungkinkan saya lebih sering berada di rumah bersama keluarga.
Semoga rencana perpindahan ini berjalan lancar. Semoga kantor baru di Karawang membawa semakin banyak kesempatan untuk maju dan berkembang, sekaligus memberi manfaat bagi seluruh keluarga Excellent, Aktiva, dan Zeze Zahra, termasuk keluarga dari setiap orang yang terlibat di dalamnya.



