Rabu, 20 Mei 2026. Sudah satu bulan kantor menerapkan kebijakan kerja dari rumah setiap hari Rabu, dan kini memasuki bulan kedua kebijakan tersebut berjalan.

Pada WFH sebelum-sebelumnya saya selalu melakukannya di kostan, bukan tanpa sebab melainkan karena pada hari kamisnya saya masih harus bekerja secara on-site di kantor. Namun, pada WFH kali ini sedikit berbeda, saya melakukannya di rumah karena bertepatan dengan ada janji dengan dosen pembimbing untuk melakukan bimbingan skripsi pada hari kamisnya, jadi kebetulan karena hari Rabu-nya kerja dari rumah, sekalian saja pulang pada hari Selasa malam agar Kamis berangkat dari rumah dan lebih dekat jaraknya dengan kampus.

Kerja dari Rumah Hari Ini

Saya menjalani pekerjaan seperti biasa, bangun dengan mulai memprioritaskan pekerjaan apa saja yang harus dikerjakan hari ini, kemudian mengikuti meeting dengan tim yang sudah diagendakan sebelumnya, dan sedikit membaca beberapa artikel untuk melengkapi pengetahuan saya terkait bidang pekerjaan saya.

Pekerjaan berjalan lancar dengan sesekali ada ajakan main dari adik saya paling kecil, Ananda, berusia dua tahun. Meskipun usianya masih dua tahun, kadang ketika diberi tahu sedang kerja bisa mengerti dan kadang juga tidak dan butuh bantuan Ibu untuk menyingkirkan makhluk kecil itu, hehe. Tapi tidak apa-apa, dia salah satu yang bisa bikin rasa lelah pudar dan jadi alasan pulang setiap minggu.

Perasaan yang Berbeda Saat Kerja dari Rumah

Setiap di rumah, saya selalu mendapatkan perasaan yang berbeda. Meski di rumah berisik oleh adik-adik saya, kemudian perjalanan pulang yang tidak dekat, tapi itu tidak menjadi masalah. Malah kalau istirahat di rumah sebentar pun berasa lebih segar bangunnya. Perasaan yang sampai saat ini saya masih bingung kenapa itu bisa terjadi, hehe.

Mungkin jawabannya sederhana saja. Di kostan, saya sendirian. Di rumah, ada suara-suara kecil yang kadang mengganggu tapi juga menghangatkan. Ada ibu yang tiba-tiba muncul membawakan makan siang. Ada adik yang tiba-tiba meminta ditemani main meskipun sedang sibuk. Hal-hal kecil yang ternyata tanpa disadari menjadi bahan bakar tersendiri.

Photo by Mikey Harris on Unsplash
Photo by Mikey Harris on Unsplash

Dua Dunia, Satu Tujuan

Kalau dipikir-pikir, hidup saya sekarang berjalan di dua jalur sekaligus. Di satu sisi ada pekerjaan dengan segala tantangan dan target yang harus dipenuhi. Di sisi lain ada skripsi yang menuntut perhatian dan energi yang tidak kalah besarnya. Hari Kamis esok saya akan menemui dosen pembimbing untuk bimbingan. Jujur, ada campuran perasaan antara semangat dan sedikit cemas. Semangat karena progress harus terus berjalan, dan cemas karena selalu ada bagian yang terasa belum cukup baik. Tapi mau tidak mau, itulah prosesnya.

Yang pasti, hari Rabu di rumah ini terasa seperti jeda yang tepat sebelum kembali ke ritme penuh. Sedikit lebih pelan, sedikit lebih hangat, dan itu sudah lebih dari cukup.

Terima kasih sudah menyempatkan membaca. Sampai jumpa di cerita selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *