10 April 2026. Pagi itu saya berangkat dari Karawang menuju Padalarang, dan ini bukan perjalanan biasa. Untuk pertama kalinya, saya akan naik Whoosh, Kereta Cepat Indonesia yang selama ini hanya saya kenal dari berita.
Jujur, ada rasa excited yang cukup besar. Tapi di balik itu ada juga rasa canggung, takut salah gerbong, takut ada barang yang ketinggalan, takut melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan. Banyak sekali ketakutan kecil yang berkumpul pagi itu. Haha.
Sampai di Stasiun Kereta Cepat Indonesia, Langsung Kebingungan
Ketika sampai di stasiun, saya langsung terdiam sebentar melihat ukurannya yang besar. Ini justru menambah kebingungan. Hal pertama yang saya lakukan adalah langsung menghampiri satpam terdekat dan bertanya harus ke mana, wkwk. Untungnya petugasnya sangat ramah dan memberikan arahan yang jelas, jadi saya bisa sedikit lebih tenang.

Setelah melewati boarding gate, insting saya langsung aktif. Saya memperhatikan sekeliling, mencari petunjuk apapun yang bisa dijadikan panduan. Di peron, petugas sudah siap mengarahkan penumpang ke posisi masing-masing sesuai gerbong. Sistem yang rapi, dan itu cukup membantu saya yang masih meraba-raba.

Pertama Kali Lihat Whoosh dari Dekat
Lalu keretanya datang. Ada momen ketika saya melihat Whoosh dari jarak dekat untuk pertama kalinya, dan dalam hati hanya bisa berkata, “Oh, kaya gini ternyata dari dekat.”
Masuk ke dalam kereta, rasa canggung itu muncul lagi. Saya sempat khawatir duduk di tempat yang salah, tapi setelah mengecek tiket berkali-kali dan memastikan semuanya sesuai, akhirnya saya duduk dengan tenang.

Pengalaman Naik Kereta Cepat Indonesia: 20 Menit yang Berkesan
Kereta mulai bergerak.
Malam sebelumnya saya hampir tidak bisa tidur karena terlalu excited, jadi pagi itu rasa kantuk sudah cukup berat. Tapi sepanjang perjalanan, mata ini tidak mau terpejam. Pikiran saya hanya satu, “Tidur tapi bentar lagi juga sampai.” Jadinya saya habiskan waktu dengan menatap pemandangan di luar jendela, sesekali mengabadikan momen dan mengirim foto ke ibu di rumah.
Sambil melihat pemandangan yang berlalu cepat, ada harapan kecil yang muncul. Semoga suatu hari nanti saya bisa mengajak adik-adik untuk punya pengalaman yang sama.

Tidak lama kemudian, Stasiun Padalarang sudah terlihat. Perjalanan Kereta Cepat Indonesia sekitar 20 menit yang, bagi saya, terasa cukup berkesan. Untuk yang penasaran soal rute dan tiketnya, bisa cek langsung diĀ situs resmi Whoosh.
Anyway, ini adalah bagian pertama dari rangkaian cerita saya selama mengikuti pelatihan. Terima kasih sudah menyempatkan membaca. Sampai jumpa di cerita selanjutnya.



